tugas sinopsis novel dan film perempuan berkalung sorban




 






Description: C:\Users\HP\Pictures\logosmall.png



NAMA                          : Yoga Agung Pratama Putra
NPM                             : 27118439
KELAS                         : 1kb05
TANGGAL                  : Mei 2019
MATERI                      : Sinopsis Film Wanita Berkalung Sorban
PELAJARAN             :B.Indonesia


UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2018/2019






                                                                 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj356ksFcjzal30LJg1rAeiP2Z0JEOURpX0W7dCT9lO-l8n6oQNV7kYLh5YodVV08FXLe8ii9kSTciAgESiYLOT7zz8NOK_WKY-jGKz0CBigtqZrKSVBAwDJaZ526I59_usyVuLVBjjRymk/s320/Cover.jpg

Jenis Film   : Drama
Produser     : Hanung Bramantyo
Produksi     : Starvision Tahun 2009
Pemain Utama :
·        Revalina S. Temat,
·        Joshua Pandelaki,
·        Widyawati,
·        Oka Antara,
·        Reza Rahadian 
Sutradara    : Hanung Bramantyo
Penulis         : Hanung Bramantyo dan Ginatri S. Noor 



Ini pernah lekat bagi mereka pecinta sinema sebab memang telah dituangkan dalam layar lebar. Novel ini bisa dikategorikan karya religious yang cerdas mendobrak kebiasaan-kebiasaan yang membuat posisi wanita menjadi minor.
 Tokoh utama novel ini bernama Annisa. Ia lahir dan tumbuh di kalangan pesantren yang memegang adat keagamaan secara kokoh. Namun seiring perkembangannya, Annisa mulai merasakan adanya perlakuan yang ganjil bagi dirinya.
Ia merasa haknya dikecikan jika dibandingkan dengan saudaranya yang lain. Annisa tak diijinkan berlatih menunggang kuda seperti saudara laki-lakinya, ia tak diijinkan berbicara dan mengemukakan pendapatnya, ia harus diam saat di meja makan,
ia tak boleh terlambat bangun dan harus rajin serta masih banyak lagi perlakuan berbeda yang diterima oleh Annisa dari orang tuanya sendiri yang merupakan Kiyai terhormat di pesantren.

          Annisa sudah lama menyampaikan protesnya akan tetapi tak ada yang mau mendengarkannya. Satu-satunya yang mendukungnya bernama Khudori. Ia sebenarnya masih kerabat Annisa.
 Namun benih cinta di antara mereka tak bisa disembunyikan. Hanya saja, berjalannya waktu, Khudori akhirnya harus terpisah dari Annisa sebab ia melanjutkan pendidikannya di Cairo Mesir.
Tinggallah Annisa sendiri di lingkungan pesantren. Namun hubungan mereka masih berlanjut lewat surat-surat. Setelah Annisa lulus dari Sekolah Dasar, ia kemudian dijodohkan dengan seorang anak Kiyai terpandang bernama Samsyuddin.
 Annisa tak setuju atas pernikahan tersebut tapi ia tak kuasa menolak. Pada akhirnya ia tak bahagia dengan pernikahan itu sebab selain tanpa cinta, Syamsuddin juga bukan pribadi yang menyenangkan.
Ia kasar dan sering menyiksa Annisa bahkan saat berhubungan intim sekalipun. Perlakuan itu berlanjut hingga suatu waktu datang seorang wanita yang tengah hamil tua dan mengaku anak dalam perutnya adalah keturunan Syamsuddin. Annisa kemudian rela dipologami.



Annisa sebagai isteri pertama menjalin hubungan yang baik dengan isteri kedua suaminya. Mereka bahkan tak segan berbagi. Namun, kembalinya Khudori ke Indonesia membuat Annisa berani menceritakan semua kekejaman Syamsuddin terhadapnya.
Akhirnya, ia memilih bercerai. Rasa cinta Annisa dan Khudori tidak bisa disembunyikan. Hanya saja keduanya terganjal restu. Akhrnya mereka memutuskan hidup masing-masing sambil menunggu restu juga masa iddah Annisa habis.
Annisa melanjutkan kuliah di Jogjakarta sementara Khudori sibuk bekerja. Singkat cerita, Khudori akhirnya meminang Annisa dan menikah atas persetujuan keluarganya. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai anak bernama Mahbub.
Namun suatu waktu di sebuah pesta, pasangan ini bertemu dengan Syamsuddin yang masih menaruh dendam. Hingga pada akhirnya Khudori dikabarkan meninggal akibat kecelakaan.
Annisa meyakini kematian suaminya disebabkan oleh Syamsuddin. Tapi ia tak punya bukti yang cukup. Ia pada akhirnya memilih ikhlas dan hidup bersama anaknya.














Kelebihan
            Film Wanita Berkalung Sorban adalah film adaptasi dari buku Karya Hanung Bramantio yang berjudul sama dengan filmnya. Dan seperti kebanyakan film adaptasi lainnya, tentu ada penyesuaian yang tidak sesuai dengan cerita aslinya, entah itu mendapat pengurangan maupun penambahan bagian. Menariknya, Wanita Berkalung Sorban mendapatkan beberapa penambahan yang membuat ceritanya semakin bisa dinikmati. Penambahan yang paling kuat adalah latar belakang pemeran utama yang sangat baik di perankan oleh Revalina S. Temat.

Kekurangan

          Film ini mendapatkan hujatan.  Beberapa kalangan menuding film disutradarai Hanung Bramantyo ini menyesatkan dan fitnah terhadap Islam. Namun menurut saya memang jalan cerita yang ada di dalam novel agak berbeda ketika saya menonton dan merasakan atmosphere dalam film tersebut.



Komentar